Permen Jelly Kepala Lele Dumbo dan Sari Buah Naga Tinggi Kalsium
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Konsumsi kalsium anak usia 2-12 tahun di Indonesia sangat jauh dari kebutuhan AKG per hari, kalsium merupakan mineral yang berperan dalam pertumbuhan serta menjaga kesehatan tulang dan gigi. Tulang kepala ikan lele dumbo mempunyai potensi sebagai alternatif bahan makanan kaya akan kalsium. Pangan lokal seperti buah naga dalam 100 gram memiliki vitamin C sebanyak 9,4 mg, yang dimana vitamin C berfungsi sebagai stabilitas kolagen dan pembentukan tulang. Potensi bahan tersebut ditambahkan dalam pembuatan permen jelly untuk meningkatkan asupan kalsium. Tujuan: Mengetahui kandungan gizi, uji organoleptik, dan sifat fisik permen jelly penambahan tepung kepala lele dumbo dan sari buah naga merah. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Terdapat empat formulasi dengan penambahan sari buah naga dan tepung kepala lele yang berbeda-beda yaitu, J0 (100:0), J1 (75:25), J2 (50:50), dan J3 (25:75). Analisis yang dilakukan meliputi proksimat, kalsium, vitamin C, total gula, sifat fisik, dan organoleptik. Analisis statistik untuk melihat perbedaan nilai gizi menggunakan One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil: Kandungan kalsium tertinggi terdapat pada J3 sebesar 2712 gram, vitamin C tertinggi terdapat pada J1 sebesar 75,44 gram. Kesimpulan: Formulasi J1 sebagai formulasi terpilih memenuhi 123% kalsium, 51,44% vitamin C per 100 gram nya.
Downloads
Article Details
References
[2] K. K. R. Indonesia, “Angka Kecukupan Gizi Energi, Protein Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia,” Indonesia, 2019.
[3] C. Mervina, M. Kusharto, and S. A. Marliyati, “Formulasi Biskuit dengan Substitusi Tepung Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dan Isolat Protein Kedelai (Glycine max) sebagai Makanan Potensial untuk Anak Balita Gizi Kurang,” J. Teknol. dan Ind. Pangan, vol. 23, no. 1, pp. 9–16, 2007.
[4] Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2004.
[5] H. Ferazuma, S. A. Marliyati, and L. Amalia, “SUBSTITUSI TEPUNG KEPALA IKAN LELE DUMBO (Clarias Gariepinus sp) UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN KALSIUM CRACKERS,” J. Gizi dan Pangan, vol. 6, no. 1, p. 18, 2011, doi: 10.25182/jgp.2011.6.1.18-27.
[6] A. Y. Rahmawati, “Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (Imt), Asupan Zat Gizi Dan Riwayat Reproduksi Dengan Kepadatan Mineral Tulang Pada Wanita Pre Menopause,” J. Ris. Kesehat., vol. 5, no. 2, p. 83, 2017, doi: 10.31983/jrk.v5i2.1569.
[7] T. Pratiwi, “Pengaruh sorbitol dalam permen terhadap populasi streptokokkus mutans di saliva,” Maj. Kedokt. Gigi FKG UNAIR, vol. 34, pp. 620–623, 2001.
[8] U. M. Semarang, “Modul Penanganna Mutu Fisis (Organoleptik),” Univ. Muhammadiyah Semarang, p. 31, 2013.
[9] BSN, “SNI 3547.2-2008 Kembang gula – Bagian 2?: Lunak,” kembang gula-Bagian 2:Lunak, p. 1, 2008.
[10] I. N. Farikha, C. Anam, and E. Widowati, “PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENSTABIL ALAMI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SARI BUAH NAGA MERAH ( Hylocereus polyrhizus ) SELAMA PENYIMPANAN,” J. Teknosains Pangan, vol. 2, no. 1, pp. 30–38, 2013.
[11] A. Kustiani, C. M. Kusharto, and E. Damayanthi, “Pengembangan Crackers Sumber Protein dan Mineral dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Tepung Badan-Kepala Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus),” Nutr. Sci., 2013.
[12] L. R. Happy Is Nugroho*, Eko Nurcahya Dewi, “PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAGING IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) TERHADAP NILAI GIZI ROTI TAWAR,” J. Peng. Biotek. Has. Pi., vol. 5, no. 4, 2016.
[13] R. R. Widi and M. I. Yanto, Rahman Karnila, “ANALISIS KOMPOSISI KIMIA TEPUNG KEPALA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus),” 2018.
[14] D. P. E. Wahyu, M. Razak, and I. K. Suwita, “SUBSTITUSI TEPUNG IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DAN TEPUNG LABUKUNING (Cucurbita moschata) TERHADAP NILAI ENERGI, MUTU KIMIA DANMUTU ORGANOLEPTIK BISCUIT CRACKERS UNTUK BALITA KEP,” J. Ilm., vol. 25, no. 2, pp. 125–134, 2013.
[15] S. Mahmuda, “Jurnal publikasi pengaruh substitusi tepung tulang ikan lele (,” J. Publ., vol. 13, no. april, pp. 1–13, 2013.
[16] M. A. Patwary, M. Rahman, H. Barua, S. Sarkar, and M. S. Alam, “Study on the Growth and Development of two Dragon Fruit (Hylocereus undatus) Genotypes,” Agric., vol. 11, no. 2, pp. 52–57, 2013, doi: 10.3329/agric.v11i2.17487.
[17] T. Muhandri and Subarna, “Pengaruh Kadar Air, NaCl dan Jumlah Passing terhadap Karakteristik Reologi Mi Jagung,” J. Teknol. dan Ind. Pangan, vol. 20, no. 1, pp. 71–77, 2009.
[18] A. Chrisella, N. Kusumawati, T. Indarto, and P. Suseno, “PENGARUH PERBEDAAN PENAMBAHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cotonii DAN GELATIN DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY RUMPUT LAUT ( The influence different addition of Eucheuma cotonii seaweed and gelatin with various,” J. Teknol. Pangan dan Gizi, vol. 14, no. 1, pp. 38–45, 2015.
[19] F. M. Manihuruk, T. Suryati, and I. I. Arief, “Effectiveness of the red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) peel extract as the colorant, antioxidant, and antimicrobial on beef sausage,” Media Peternak., vol. 40, no. 1, pp. 47–54, 2017, doi: 10.5398/medpet.2017.40.1.47.
[20] M. K. Malde, S. Bügel, M. Kristensen, K. Malde, I. E. Graff, and Jan I Pedersen4, “Calcium from salmon and cod bone is well.pdf,” Nutr. Metab. (Lond)., vol. 7, no. 61, pp. 1–9, 2010, [Online]. Available: http://www.nutritionandmetabolism.com/content/7/1/61%0ARESEARCH.
[21] S. Rahmi, S. L., Tafzi, F., & Anggraini, “Pengaruh penambahan gelatin terhadap pembuatan permen jelly dari bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn),” J. Penelit. Univ. Jambi, vol. 14, no. 1, 2012.
[22] FAO-WHO, “Guidelines for use of nutrition and health claims,” pp. 1–8, 2013.