Evaluasi Nugget Tempe Mlanding (Leucaena leucocephala) sebagai Makanan Alternatif untuk Remaja

Main Article Content

Eny Palupi
Sarah Dilla Nurhidayah
Faisal Anwar
I Made Alit Gunawan

Abstract

Latar Belakang : Tempe mlanding (Leucaena leucocephala) merupakan makanan khas dari daerah Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan dan sekitarnya). Tempe mlanding memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk makanan yang bernilai lebih. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan evaluasi nugget berbahan dasar tempe mlanding sebagai makanan alternatif untuk remaja. Metode : Formulasi nugget dilakukan dengan menambahkan tempe mlanding pada adonan, yakni 12.5% tempe mlanding (F1), 18% (F2), dan 25% (F3). Uji organoleptik nugget tempe mlanding yang terdiri dari uji hedonik dan uji ranking dilakukan untuk mendapatkan formula terbaik. Analisis kandungan zat gizi dilakukan pada formula terpilih yang meliputi uji proksimat, kandungan mineral dan profil asam amino. Komposisi asam amino yang didapatkan kemudian digunakan untuk menentukan kualitas protein melalui metode skor asam amino (SAA). Hasil : Data uji hedonik pada atribut keseluruhan untuk produk nugget tempe mlanding menunjukkan hasil beturut-turut yaitu F1= 6.3 (agak suka), F2= 7.3 (suka), dan F3= 6.4 (agak suka), di mana F2 berbeda nyata dengan F1 dan F3 (P<0.05). Kandungan asam amino pada F2 sebagian besar lebih tinggi dibandingkan dengan formula kontrol. Asam amino pembatas pada setiap kelompok kelamin dan umur yaitu lisin dengan nilai SAA berkisar 0.53-0.61. Kesimpulan : Produk nugget tempe mlanding dapat menjadi sumber protein bagi remaja karena menyumbang >20% kebutuhan protein.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
1.
Palupi E, Nurhidayah SD, Anwar F, Gunawan IMA. Evaluasi Nugget Tempe Mlanding (Leucaena leucocephala) sebagai Makanan Alternatif untuk Remaja. JNUTRI [Internet]. 2021Mar.30 [cited 2026Apr.4];23(1):52-60. Available from: https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/134
Section
Food Technology

References

[1] Human Development Index (HDI), “Human Development Reports of Indonesia,” UNDP, 2018.
[2] Indartanti, D. dan A. Kartini, “Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri,” Journal of Nutrition College, vol. 3 (2), pp. 310-316, 2014.
[3] Pergialiotis, V., D.E.G. Vlachos, E. Gkioka, K. Tsotra, N. Papantoniou, and G.D. Vlachos, “Teenage pregnancy antenatal and perinatal morbidity: Results from a tertiary centre in Greece,” Journal of Obstetrics and Gynaecology, vol. 35 (6), pp. 595-599, 2015.
[4] Ampiah, M.K.M., J.J. Kovey, C. Apprey, and R.A. Annan, “Comparative analysis of trends and determinants of anaemia between adult and teenage pregnant women in two rural districts of Ghana,” BMC Public Health, vol. 19 (1), art. no. 1379, 2019.
[5] Vanmathi, S.M., M. Monitha, N. Venkateswaramurthy, and R.S. Kumar, “Preterm birth facts: A review,” Research Journal of Pharmacy and Technology, vol. 12 (3), pp. 1383-1390, 2019.
[6] Chan, L.N. and L.A. Mike, “The science and practice of micronutrient supplementations in nutritional anemia: An evidence-based review,” Journal of Parenteral and Enteral Nutrition, vol. 38 (6), pp. 656-672, 2014.
[7] Mariotti, F. and C.D. Gardner, “Dietary protein and amino acids in vegetarian diets—A review,” Nutrients, vol. 11 (11), art. no. 2661, 2019.
[8] Minari, J.B., A.A. Odutuga, F.A. Bamisaye, J.O. Dairo, and B.S. Fagbohunka, “Effect of some processing techniques on the proximate and antinutrients composition of Leucaena leucocephala seed,” Pakistan Journal of Nutrition, vol. 11 (4), pp. 310-312, 2012.
[9] Association of Official Analytical Chemist (AOAC), “Official Method of Analysis,” 14th Ed., AOAC, Airlington, 1995.
[10] Kelly, A.L., F.J. Escamilla, and C.M. Delahunty, “Mouthfeel and flavor of fermented whey with added hydrocolloids,” International Dairy Journal, vol. 17, pp. 308-315, 2007.
[11] Institute of Medicine (IOM), “Dietary Reference Intakes for Energy, Carbohiydrate, Fiber, Fat, Fatty Acids, Cholesterol, Protein, and Amino Acids,” National Academy Press, Washington, 2002.
[12] Kato, H., K. Suzuki, M. Bannai, and D.R. Moore, “Branched-chain amino acids are the primary limiting amino acids in the diets of endurance-trained men after a bout of prolonged exercise,” Journal of Nutrition, vol. 148 (6), pp. 925-931, 2018.
[13] Rafii, M., R. Elango, R.O. Ball, P.B. Pencharz, and G. Courtney-Martin, “Metabolic availability of the limiting amino acids lysine and tryptophan in cooked white African cornmeal assessed in healthy young men using the indicator amino acid oxidation technique,” Journal of Nutrition, vol. 148 (6), pp. 917-924, 2018.
[14] Kemenkes RI, “Pedoman Gizi Seimbang,” Kemenkes RI, 2014.
[15] Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), “Acuan Label Gizi Produk Pangan,” BPOM, Jakarta, 2016.

Most read articles by the same author(s)