Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia Gizi Besi (AGB) pada Siswi SMA di Kecamatan Pakem
Main Article Content
Abstract
Background : Nutritional problems frequently experienced by adolescents is anemia. Anemia is a condition with blood hemoglobin levels were lower than normal as a result of the inability of tissues forming red blood cells in its production in order to maintain hemoglobin levels at normal levels. The prevalence of anemia in women age 15 and older, according to Riset Kesehatan Dasar in 2013 by 22.7%.
Objective : The purpose of this study analyze the relationship between nutritional status and the incidence of iron deficiency anemia
among high school students in Pakem.
Method : This observational study using cross sectional approach, implemented in four high schools in the District of Pakem. The population in this study were students of class X and XI in four high school in Pakem. The independent variables were the nutritional status. The dependent variable is the iron anemia. Hemoglobin levels were measured by the method cyanmethemoglobin, weight was measured with a digital bathroom scales, height measured by microtoise. Data analysis used chi-square statistic.
Conclusion : Based on the analysis proves that there is a relationship of nutritional status according to BMI / U with the incidence of iron deficiency anemia in high school in Pakem with p = 0.017.
Keywords: nutritional status , anemia , High School students
Downloads
Article Details
References
2. Briawan D, (2016). Anemia Masalah Gizi pada Remaja.Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
3. Kemenkes RI. 2015. Pedoman Penatalaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA.
4. Dinkes Sleman. 2008. Survey Anemia Remaja Putri di Kabupaten Sleman. Yogyakarta: Dinkes Sleman
5. Mochtar, R. 2004. Sinopsis Obstetri Fisiologi Patologi edisi Tiga. Jakarta: ECG
6. Permaesih,D. dan Herman,S. 2005. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja. Buletin Penelitian Kesehatan .33 (4): 162-171.
7. Arisman. 2010. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.
8. Badan Litbangkes. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Litbangkes.
9. Kemenkes RI. 2011. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, nomor : 1995/Menkes/XII/2010, tanggal 30 Desember 2010, tentang Standar Antropometeri Pemantauan Status Gizi Anak. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA.
10. Putinah. 2014. Hubungan Pola Makan Remaja Puteri dengan Status Gizi di SMP Nahdlatul Ulama Palembang. Jurnal Keperawatan Bina Husada. Diakses pada tanggal 4 Februari 2017 di: bpm. binahusada.org/userfiles
11. Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama
12. Kulsum, U. dan Halim, R. 2016. Kebiasaan Sarapan Pagi Berhubungan Dengan Kejadian Anemia pada Remaja di SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 18 (1):9-19.
13. Supariasa, DN., Bakri, B., Fajar, I. 2016. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG
14. Hapzah, Yulita, R. 2012. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Status Gizi Terhadap Kejadian Anemia Remaja Putri pada Siswi Kelas III di SMAN 1 Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Media Gizi Pangan. 8 (1): 20-25.
15. Naristasari, AA. 2015. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Siswi Kelas XI di Tiga SMA di Yogyakarta. Naskah Publikasi. Diakses pada tanggal 3 Mei 2016 di opac.unisayogya.ac.id/318/1/
16. Mariana, W. dan Khafidhoh, N. 2013. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anema pada Remaja Putri di SMK Swadaya Wilayah Kerja Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Jurnal Kebidanan Poltekkes Semarang. 2 (4): 35-42.
17. Handayani, WP., Novayelinda, R., Jumaini. 2014. Hubungan Status gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Online Mahasiswa Universitas Riau . 2 (1): 742-748