Gambaran Epidemiologi Hipertensi di Puskesmas Gamping I
Main Article Content
Abstract
Background : Epidemiological transition stems from a change where a decline in the prevalence of communicable diseases and non- communicable diseases (NCDs) have increased. Report in 2011 there was one billion people worldwide suffer from hypertension and in Indonesia the figure reached 31.7%.
Objective : The purpose of this study was to determine the epidemiological of hypertension Gamping I Community Health Center and determine the proportion of hypertension according to age, sex, occupation, education, socio-economic, geographic, demographic and access to health services.
Method : The research design was a retrospective cohort. This research was conducted in Gamping I Community Health Center in November 2016. Population and sample in this study were all patients with hypertension in Gamping I Community Health Center in 2013, 2014 and 2015. The independent variables in this study were age, gender, education, employment, social, cultural, demographic population density, geographic and ease of access to health services. While the dependent variable is the proportion of hypertension. Data analysis was performed using Chi Square to know know the proportions of age, gender, education, employment, social, economic, population density, geography, access to health services with hypertension in 2013, 2014 and 2015.
Result : Based on the analysis proves the young elderly, women, housewife, secondary education, non-poor families, low-lying area, population density and access to health care were likely to have hypertension with percentages respectively 33%, 66.7%, 44.9%, 70.1%, 76.7% , 71.9%, 37.9% and 82.9%.
Keywords: Hypertension, Epidemiology
Downloads
Article Details
References
Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI
2. Dinas Kesehatan DIY. 2015. Penyakit Tidak Menular.
Yogyakarta: Dinkes DIY
3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
4. Puskesmas Gamping I. 2015. Profil Puskesmas Gamping I tahun 2014. Yogyakarta: Puskesmas Gamping I
5. Puskesmas Gamping I. 2016. Profil Puskesmas Gamping I tahun 2015. Yogyakarta: Puskesmas Gamping I
6. Muhammadun.2010. Hidup Bersama Hipertensi Seringai Darah Tinggi sang Pembunuh Sejati. Yogyakarta: In. Books
7. Rustiana. 2014. Gambaran Faktor Resiko pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Ciputat Timur. Skripsi. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah.
8. Suiraoka, IP. 2012. Penyakit Degeneratif Mengenal, Mencegah dan Mengurangi Faktor Resiko 9 Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Nuha Medika
9. Alfiana, N. 2014. Hubungan Asupan Kalium dan Natrium terhadap Tekanan Darah Sistolik pada Penderita Hipertensi di Rawat Inap di RS Tugurejo Semarang. Jurnal Gizi UMS. Vol. 3 No. 1 April 2016 Hal 8-15.
10. Soesanto, Ediy. 2010. Analisi Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktek Lansia Hipertensi dalam Mengendalikan Kesehatan di Puskesmas Mranggen Demak. Jurnal Keperawatan Universitas Muhammadiyah: Semarang. Vol.3 No.2 p1-5
11. Fitriani. 2012. Kondisi Sosial Ekonomi dan Stres pada Wanita Hipertensi Anggota Majelis Taklim. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. Vol.7. No (5): 214-218
12. Dina, A. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hipertensi di Wilayah Perkotaan dan Pedesaan di Indonesia Tahun 2013. Skripsi. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah
13. Marliani, L dan Tantan, S. 2007. 100 Questions and Answer Hipertensi. Jakarta: Elex Media Komputindo
14. Saraswati, I.2012. Perbedaan Karakteristik Usia, Asupan Makanan, Aktifitas Fisik, Tingkat Sosial Ekonomi dan Pengetahuan Gizi pada Wanita Dewasa dengan Kelebihan Berat Badan antara di Desa dan di Kota. Artikel Penelitian. Universitas Diponegoro
15. Anggara, F. H. D. & Prayitno, N. 2013. Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Tekanan Darah di Puskesmas Telaga Murni, Cikarang Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5 (1).
16. Wahyuni., dan Eksanoto, D. 2013. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin dengan kejadian Hipertensi di Kelurahan Jagalan di Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sawit Surakarta. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia. 1 (1) : 79-85
17. Riyadi,S. 2007. Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Salemba Medika.
18. Indrawan, A .2014. Hubungan Antara Pendapatan, Pendidikan dan Aktifitas Fisik Pasien dengan Kejadian Hipertensi. Tesis:Universitas Sebelas Maret Surakarta
19. Anggi, K. 2008. Prevalensi dan Determinan Hipertensi pada Pasien Puskesmas di Jakarta Utara tahun 2007. Skipsi. Departemen Epidemiologi.
20. Rohaendi.2008. Treeatment of High Blood Pressure.
Jakarta: Gramedia
21. Pradono, J. 2011. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi di daerah Perkotaan. Jurnal Gizi Indon: 33(1):59-66