Pengaruh Aplikasi Pencegahan Stunting "Gasing" Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Pada Siswi SMA Di Wilayah Kecamatan Kalibawang Kulon Progo
DOI:
https://doi.org/10.29238/jnutri.v22i1.200Keywords:
stunting, perilaku, aplikasiAbstract
Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Pengembangan program promosi kesehatan yang efektif melalui pendidikan kesehatan dengan aplikasi Android diharapkan dapat menyediakan informasi dan mendampingi remaja putri agar lebih baik dalam kesehatannya. Tujuan: Mengetahui pengaruh aplikasi GASING terhadap perilaku pencegahan stunting pada siswi SMA di Kecamatan Kalibawang Kulon Progo. Metode: Quasi eksperiment dengan Pretest Posttest with Control Group Design. Sampling dilakukan dengan simple random sampling. Responden diberi informasi tentang gizi dan PHBS dengan bentuk aplikasi. Uji statistik yang akan digunakan adalah dengan program SPSS for Windows. Hasil: Peningkatan perilaku pencegahan stunting pada kelompok pengguna aplikasi GASING meningkat sebesar 15,67, sedangkan pada kelompok yang diberikan leaflet meningkat sebesar 3,54. Hasil dari uji Wilcoxon dan Mann Whitney diperoleh p-value 0,000 (p-value<0,05). Sehingga, penggunaan aplikasi GASING meningkatkan perilaku pencegahan stunting lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian leaflet. Kesimpulan: Aplikasi GASING meningkatkan perilaku pencegahan stunting
Downloads
References
[2]. Kementerian Kesehatan RI. Buku saku pemantauan status gizi. Buku saku pemantauan status gizi tahun 2017. 2018;7–11.
[3]. Amaliah N. Pemakaian Aplikasi Mobile “Balita Sehat” Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Balita. Bul Penelit Kesehat. 2018;46(3):155–68.
[4]. Payne H, Lister C, West J, Bamhardt J. Behavioral functionality of mobile apps in health intervention?: A systematic review of the literature. JMIR MHealth Uhealth. 2015;
[5]. Istiqomah NR. Efektifitas Media Elektronik (Handphone) Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perdarahan Antepartum. UGM. 2016;
[6]. Tomintz MN, Clarke GP, Rigby JE, Green JM. Optimising The Location Of Antenatal Classes. Midwifery. 2013;29(1):33–43.
[7]. Ar-Rasily OK, Dewi PK. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Orang Tua Mengenai Kelainan Genetik Penyebab Disabilitas Intelektual Di Kota Semarang. J Kedokt Diponegoro [Internet]. 2016;1422–33. Available from: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/medico
[8]. Green L. Health Education: A Diagnosis Approach. The John Hopkins University. Maryland: Mayfield Publishing Company;
[9]. Taylor DR., McKenzie. Dvelopment from Wihins Routledge Chapter 1 dan 10. London: Economics; 1992. 538–547 p.
[10]. Lohrmann DK. A Complementary Ecological Model of the Coordinated School Health Program. Public Heal Rep. 2008;123.
[11]. Hinton L, Dumelow C, Rowe R, Hollowell J. Birthplace Choices: What Are The Information Needs of Women When Choosing Where To Give Birth In England? A Qualitative Study Using Online And Face To Face Focus Groups. BMC Pregnancy Childbirth. 2018;18(1):1–15.
[12]. Bergström A, Peterson S, Namusoko S, Waiswa P, Wallin L. Knowledge translation in Uganda: a qualitative study of Ugandan midwives’ and managers’ perceived relevance of the sub-elements of the context cornerstone in the PARIHS framework. Implement Sci [Internet]. 2012;(7):117. Available from: http://www.implementationscience.com/content/7/1/117
[13]. Helman C. Culture, health and illness. London: Arnold; 1990.



