Pengembangan Media Pendidikan Gizi Melalui Komik Untuk Remaja Mengenai Pengetahuan Gizi Tentang Obesitas Pada Siswa SMPIT Said Na’um di Jakarta
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Prevalensi obesitas pada remaja tinggi, sangat penting untuk memberikan pendidikan gizi untuk remaja tentang obesitas dengan lebih menarik media pendidikan gizi. Tujuan: Mengembangkan media pendidikan gizi, menganalisis tingkat penerimaan terhadap komik dan mengetahui efektivitas komik terhadap pengetahuan tentang obesitas pada kelompok perlakuan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experimental. Penelitian dilakukan di SMPIT Said Na’um Jakarta Pusat, terdiri dari 40 responden dengan cara simple random sampling. Penelitian dilakukan dengan 4 tahap yaitu pengkajian pre-test, pengkajian daya terima komik hitam putih, pengkajian daya terima komik berwarna, dan post-test. Daya terima pada kedua komik diuji menggunakan Kruskall-Wallis, pengetahuan pre dan post test dilakukan uji Paired T-Test. Hasil: Pendidikan gizi tentang obesitas menggunakan media komik dapat meningkatkan pengetahuan gizi tentang obesitas dengan hasil uji beda menunjukkan pendidikan gizi tentang obesitas menggunakan media komik memberikan perbedaan nyata antara pengetahuan pre-test dan post-test ( p-0,000). Kesimpulan: Pendidikan gizi tentang obesitas menggunakan media komik dapat meningkatkan pengetahuan gizi tentang obesitas.
Downloads
Article Details
References
[2]. Riskesdas, “Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas),” Kementrian Kesehatan RI, 2013. .
[3]. Riskesdas, “Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas),” Kementrian Kesehatan RI, 2018. .
[4]. Suryaputra and Nadhiroh, “Perbedaan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Antara Remaja Obesitas dengan Non Obesitas,” Makara Kesehat., vol. 16, no. 1, pp. 45–50, 2012.
[5]. R. Sartika, “Faktor Risiko Obesitas pada Anak 5-15 Tahun di Indonesia,” Makara Indones., vol. 15, no. 1, pp. 37–43, 2011.
[6]. Arlinda and Warsiti, “Hubungan Konsumsi Fast Food dengan Obesitas pada Remaja di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta,” Stikes Aisyiyah Yogyakarta, 2015.
[7]. Luthfi, “Kontribusi Makanan di Sekolah dengan Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Gizi pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kota Bogor,” J. IPB, 2011.
[8]. Khasanah and Hidayati, “Kualitas Tidur Lansia Balai Rehabilitasi Sosial ‘Mandiri’ Semarang,” J. Nurs. Stud., vol. 1, no. 1, pp. 189–196, 2012.
[9]. A. Khomsan, Teknik Pengukuran Pengetahuan. Bogor: Institut Pertanian Bogor, 2000.
[10]. W. N. Budiarti and H. Haryanto, “Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Iv,” J. Prima Edukasia, vol. 4, no. 2, p. 233, 2016, doi: 10.21831/jpe.v4i2.6295.
[11]. I. Contento, Nutrition Education: Linking Research, Theory, and Practice. Sudbury: Jones and Bartlett Publishers., 2007.
[12]. Suhardjo, Berbagai cara pendidikan gizi. Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
[13]. Marisa and Nuryanto, “Pengaruh Pendidikan Gizi Melalui Komik Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pada Siswa Sdn Bendungan Di Semarang,” J. Nutr. Coll., vol. 3, no. 4, pp. 925–932, 2014, doi: 10.14710/jnc.v3i4.6911.
[14]. A. Kusumarani, A. Noviardhi, and K. A. Susiloretni, “Pengaruh Media Komik Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Sayur Dan Buah Di Sd Aisyiyah Dan Sdn Kalicilik 2 Demak,” J. Ris. Gizi, vol. 6, no. 2, p. 46, 2018, doi: 10.31983/jrg.v6i2.4311.
[15]. S. Bowkett and T. Hitchman, Using Comic Art to Improve Speaking, Reading, and Writing. New York: USA?: Routledge, 2012.
[16]. V. Vulte, Comic books and other hooks 21st century education. USA: Author House., 2014.