Analisis Kadar Protein Total pada Tempe Fermentasi dengan Penambahan Ekstrak Nanas (Ananascomosus (L.) Merr )

Main Article Content

Farach Khanifah

Abstract

Latar Belakang: Kacang kedelai (Glycine max L) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan dengan kadar protein yang cukup tinggi, dengansalahsatubentukolahannyaadalahtempe. Tempe Kacang kedelai (Glycine max L) yang difermentasiselama>48 jam dapat dihidrolisis dengan penambahan ekstrakbatang buah nanas (Ananascomosus (L.) Merr.)memiliki protein total yang untuk dijadikan alternatif penyedap rasa. Tujuan :Penelitian ini bertujuanuntukmengetahuikadar proteintotal padamasing-masingperlakuan. Metode :Penelitiandibuat tiga perlakuan penambahan ekstrak batangbuah nanas (Ananascomosus (L.) Merr.)pada setiap masing-masing bahan baku yaitu tempe kacang kedelai (Glycine max L) yang difermentasi selama>48 jamdengan perbandingan 1:1, 1:2 dan 1:3 tempe kacang kedelai (Glycine max L)fermentasi>48jam: ekstrak batang buah nanas (Ananascomosus (L.) Merr.)). Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen karena hanya mengetahui kadar protein total pada tempe kacang kedelai (Glycine max L) fermentasi>48jam yang ditambahkan ekstrak batangbuah nanas (Ananascomosus (L.) Merr.). Hasil :Hasil penelitian ini adalah kadar protein total pada campuran tempekacang kedelai (Glycine max L. Merr)fermentasi>48 jam dan ekstrak batangbuah nanas (Ananas comosus) untuk setiap komposisi adalah 27,33% untuk perbandingan komposisi 1:1, 29,80% untuk perbandingan komposisi 1:2, dan kadar protein tertinggi dihasilkan oleh perbandingan komposisi 1:3 dengan kadar protein total sebanyak 31,28%. Kadar protein total pada campuran tempe kacang kedelai (Glycine max L) fermentasi >48 jam dan ekstrak batang buah nanas (Ananas comosus) didapatkan hasil 31,90% untuk perbandingan komposisi 1:1, 36,51% untuk perbandingan komposisi 1:2, dan 29,46% untuk perbandingan komposisi 1:3.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
1.
Khanifah F. Analisis Kadar Protein Total pada Tempe Fermentasi dengan Penambahan Ekstrak Nanas (Ananascomosus (L.) Merr ). JNUTRI [Internet]. 2018Mar.1 [cited 2026Apr.4];20(1):34-7. Available from: https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/113
Section
Food Technology

References

1. Cakrawati, M. (2012). Bahan Pangan Gizi dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.
2. Arumaningtyas, E. laras, Savitri, sandi evika, & Kusnadi, J. (2014). Identification and Characterization of Drought Stress Protein on Soybean (Glycine max L Merr). Journal of Pharmaceutical. Biological and Chemical Sciences, 5(789).
3. Risnawati, Y. (2015). Komposisi Proksimat Tempe yang Dibuat dari Kedelai Lokal dan Kedelai Impor. Karya Tulis Ilmiah yang dipublikasikan. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
4. Suseno, R., Palupi, N., & Prangdimurti, E. (2015). Alerginitas Sistem Glikasi Isolat Protein Kedelai-Fruktopoligasakrida. Agritech, 36(4).
5. Winarno, F. . (2006). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka.
6. Made Astawan, T. W. (2013). Diet Sehat dengan Makanan Berserat. Solo: Tiga Serangkai.
7. Machin, A. (2012). Petensi Hidrolisat Tempe Sebagai Penyedap Rasa Melalui Pemanfaatan Ekstrak Buah Nanas. Jurnal Biosantifika, 4(2).
8. Wijayanti, I., Romadhon, & Rianingsih, L. (2015). Pengaruh Konsentrasi Enzim Papain Terhadap Kadar Prosimat dan Nilai Redemen Hidrolisat Protein Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal). Pena Akuatika, 1(2).
9. Nurhidayah, masriany, M. 201. (2013). Isolasi dan Pengukuran Aktivitas Enzim Bromelin dari Ekstrak Kasar Batang Nanas (Ananas comosus) Berdasarkan Variasi pH. Biogenesis, 1(2).
10. Notoatmodjo, S. (2015). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
11. Bakhtra, D. D. A., Rusdi, & Mardiah, A. (2016). Penetapan Kadar Protein dalam Telur Unggas Melalui Analisis Nitrogen Menggunakan Metode Kjeldahl. Jurnal Farmasi Higea, 8(2).
12. Wuryanti. (2014). Isolasi Dan Penentuan Aktivitas Spesifik Enzim Bromelin dari Buah Nanas (Ananas comasus L). Jurnal JKSA, VII(3).