Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia yang disebabkan oleh rendahnya asupan protein hewani dan nabati. Pangan sumber protein seperti Tepung Tempe Koro Pedang Putih (TTKPP) dan ikan lele dapat digunakan untuk alternatif pencegah stunting. Tujuan: Menentukan mi basah dari tapioka, TTKPP, dan lele terbaik menurut kadar protein, lemak, dan mutu hedonik (warna, aroma, tekstur, dan rasa) tertinggi. Metode: Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan F (proporsi tapioka:ikan lele:TTKPP) yaitu F1 (50:10:40); F2 (50:20:30); F3 (50:30:20); F4 (50:40:10); F5 (50:50:0); dan F6 (50:0:50) dengan 4 kali ulangan. Uji ANOVA dan DMRT digunakan untuk menganalisis kadar protein dan lemak, sedangkan friedman untuk mutu hedonik. Hasil: Perbedaan proporsi berpengaruh (p<0,05) terhadap protein, tekstur, aroma, dan rasa, namun tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap lemak dan  atribut warna. Kesimpulan: Mi basah F2 (tapioka 50:ikan lele 20:TTKPP 30) sebagai formula terbaik memiliki kadar air 70,46%bb, abu 1,02%bk, karbohidrat by difference 70,82%bk, energi 118,41 kal, protein 27,18%bk, dan lemak 0,98% bk.Mi basah formula terbaik mampu memenuhi 30,1% kebutuhan protein dan 0,46% kebutuhan lemak anak usia 1–3 tahun, sehingga berpotensi sebagai alternatif makanan untuk pencegahan stunting.