Abstract

Latar belakang : Menurut data WHO jumlah penderita Diabetes Mellitus di Indonesia merupakan urutan ke-4 di dunia tahun 2016. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah diantaranya kepatuhan terapi diet, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, stres, pengetahuan. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan kepatuhan diet dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus rawat jalan di RS Harum Sisma Medika. Metode : Desain penelitian adalah cross sectional pada 55 pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik, kepatuhan diet DM, aktivitas fisik, dan kadar gula darah puasa. Data dianalisis dengan Kendall’s Tau B Correlation. Hasil: Kontrol gula darah yang buruk ditemukan sebesar 69,1 %, dan ketidakpatuhan diet sebesar 16,4%. Responden yang memiliki kadar gula darah tidak terkontrol sebanyak 38 (69,1%) dan kadar gula darah terkontrol sebanyak 17 (30,9%). Gambaran kepatuhan diet sebanyak 46 (83,6%) responden patuh terhadap diet dan 9 (16,4%) tidak patuh diet. Kepatuhan diet berpengaruh secara signifikan dengan kadar gula darah (p < 0,05; r 0,296) dengan nilai r 0,296. Aktivitas fisik berpengaruh secara signifikan dengan kadar gula darah (p < 0,05; r -0.351). Kesimpulan : Ada hubungan antara kepatuhan diet dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah.