Edukasi Kelompok Sebaya Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Gizi Besi Pada Remaja

Main Article Content

Rini Wuri Astuti
Isti Suryani

Abstract

Latar belakang : Anemia Gizi besi (AGB) merupakan salah satu masalah gizi yang banyak dijumpai di Indonesia khususnya pada remaja. Remaja putri beresiko tinggi mengalami anemia. Pencegahan anemia gizi besi pada remaja dapat dilakukan  melalui pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pada kelompok sebaya. Tujuan Khusus : Mengetahui pengaruh pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kelompok sebaya terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia gizi besi pada remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian quacy experimental dengan rancangan pre-post test with control group design. Penelitian ini bertempat di Desa Trimurti, Srandakan, Bantul. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja putri. Analisis bivariat menggunakan uji Independent Sample T-Test dan uji Mann Whitney. Hasil : Ada peningkatan pengetahuan secara signifikan sebelum dan setelah intervensi edukasi kelompok sebaya pada kelompok perlakuan p=0,001 (p<0,05), dan kelompok kontrol p=0,037 (p<0,05). Nilai sikap sebelum dan setelah intervensi pada kelompok perlakuan berubah positif secara signifikan dengan nilai p=0,002 (p<0,05). Nilai sikap sebelum dan setelah intervensi pada kelompok kontrol berubah secara positif tetapi tidak signifikan dengan p=0,46 (p>0,05). Kesimpulan: Intervensi edukasi kelompok sebaya meningkatkan pengetahuan dan sikap anemia gizi besi secara signifikan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
1.
Astuti RW, Suryani I. Edukasi Kelompok Sebaya Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Gizi Besi Pada Remaja. JNUTRI [Internet]. 2020Nov.1 [cited 2026Apr.28];22(1):32-8. Available from: https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/197
Section
Community Nutrition

References

[1]. Depkes RI. (2006). Profil kesehatan Indonesia. Jakarta: Depkes RI.
[2]. Riskesdas (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
[3]. Riskesdas (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018. Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
[4]. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. (2014)
[5]. Azwar, S. (2005). Sikap manusia teori dan pengukurannya. Edisi ke-2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
[6]. Depkes RI. (2005). Perkembangan program gizi masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat-DepkesRI. http://www.gizi.net/busung-lapar/Penanggulangan%20 Gizi%20menkes-1Juni%202005.doc, diperoleh 5 Agustus 2020
[7]. Waryana. (2016). Promosi Kesehatan, Penyuluhan, dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika
[8]. Sulistyowati, A.M., dkk. (2019). Pengaruh Penyuluhan Dan Media Poster Tentang Anemia Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pada Santriwati (Studi Di Pondok Pesantren Al-Bisyri Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). Vol.7. No 4
[9]. Sefaya, K. T., Nugraheni, S. A. & Rahayuning, D. (2017). Pengaruh Pendidikan Gizi Terhadap Pengetahuan Gizi dan Tingkat Kecukupan Gizi Terkait Pencegahan Anemia Remaja (Studi Pada Siswa Kelas XI SMA Teuku Umar Semarang). J. Kesehatan Masyarakat.5, 272–282.
[10]. Rohim, A.N., Zulaekah, S., Kusumawati, Y.,. (2016). Perbedaan Pengetahuan Anemia Pada Remaja Putri Setelah Diberi Pendidikan Dengan Metode Ceramah Tanpa Media Dan Ceramah Dengan Media Buku Cerita. Journal Kesehatan. ISSN 1979-7621, Vol. 1, No. 2
[11]. Suciati. (2005). Taksonomi tujuan instruksional. Jakarta: PAU-PPAI UT Dirjen Dikti Depdiknas.
[12]. Bastable, S.B. (2002). Nurse as educator: principles of teaching and learning. Alih bahasa Gerda Wulandari dan Gianto Widiyanto.Jakarta: EGC.
[13]. Rapiasih, N. W., Prawiningdyah, Y., Lestari LA., (2010). Pelatihan Hygiene Sanitasi dan Poster Berpengaruh terhadap Pengetahuan, Perilaku Penjamah Makanan dan Kelaikan Hygiene Sanitasi di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol. 7, No. 2: 64-73.
[14]. Pender, N.J., Murdaugh, C.L., & Parsons, M.A. (2002). Health promotion in nursing practice. (4th ed.). New Jersey: Pearson Education, Inc.
[15]. O’Connor-Fleming, M.L., & Parker, E. (2001). Health promotion principles and practice in the Australian context. (2nd ed.). Australia: Allen & Unwin.
[16]. Bomar, P.J. (2004). Promoting health in families: Applying family research & theory to nursing practice. (3rd ed.). Philadelphia: Sounders.
[17]. Notoatmodjo, S., 2007, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Jakarta, Rineka Cipta