Abstract

Latar Belakang: Performa atlet  sepak bola merupakan faktor utama dalam menentukan prestasi atlet saat bertanding. Stamina atlet dapat dilihat dengan mengukur ambilan oksigen secara maksimal atau VO2 maks. Nilai VO2 maks atlet dibutuhkan atlet untuk menunjang performa saat latihan dan bertanding. Aktivitas fisik, kualitas tidur dan asupan gizi yang seimbang menjadi faktor yang dapat berpengaruh terhadap performa.  Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitas fisik, kualitas tidur, dan asupan zat gizi dengan nilai VO2 maks pada atlet sepak bola. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan crossectional, dilaksanakan pada pada Agustus – September 2018. Subjek penelitian yaitu 16 orang atlet UKM sepak bola UNY yang bersedia mengikuti penelitian. VO2 maks diukur dengan metode yo-yo intermittent recovery test level 2. Data asupan zat gizi, cairan, kualitas tidur dan aktivitas fisik, masing-masing diukur dengan menggunakan form food recall, form semiquantitatif fluid frequency, Kuesioner Indeks Kualitas Tidur (PSQI) dan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan dengan uji pearson correlation. Penelitian ini dilakukan setelah mendapatkan Ethical Clearance dari Komisi Etik Penelitian Universitas Respati Yogyakarta. Hasil: Rata-rata nilai VO2maks atlet adalah 52,31±1,54 ml/kg/min. Terdapat hubungan asupan energi, protein, dan kalium dengan nilai VO2 maks (masing-masing p=0,033, p=0,023, dan p=0,007). Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur, asupan lemak, karbohidrat, dan cairan dengan nilai VO2 maks (masing-masing p=0,520; p=0,299; p=0,239; p=0,234; dan p=0,196). Kesimpulan: Ada hubungan asupan energi, protein, dan kalium dengan nilai VO2 maks, namun tidak ada hubungan aktivitas fisik, kualitas tidur, asupan lemak, karbohidrat, dan cairan dengan nilai VO2 maks