Abstract

Latar Belakang: Jumlah anak sekolah yang melakukan sarapan pagi di Jakarta masih rendah padahal hal tersebut sangat penting untuk menjaga keseimbangan asupan gizi. Sebagai gantinya, anak sekolah membeli jajanan yang kurang sehat atau cenderung makan lebih banyak sehingga membuat risiko obesitas menjadi tinggi di kalangan anak sekolah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan status obesitas anak sekolah dasar pada siswa kelas 3,4,5 SDN Kelapa Dua Wetan 03 Pagi Ciracas Jakarta Timur. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan penarikan subjek secara systematic random sampling. Subjek berjumlah 123 siswa dari 196 siswa kelas 3,4,5. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik siswa, kebiasaan sarapan, dan status gizi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak sarapan (51.2%). Berdasarkan hasil uji statistik diketahui adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi (p<0.05). Berdasarkan hasil analisis odd ratio dapat disimpulkan bahwa siswa yang tidak sarapan 6.2 kali (95% CI=2.6-14.7) berisiko terjadinya obesitas dibanding anak yang sarapan. Kesimpulan: mayoritas siswa sekolah dasar melewatkan sarapan sebelum berangkat sekolah dan hanya sebagian siswa yang sarapan secara rutin. Anak yang tidak sarapan mempunyai risiko untuk obesitas dibandingkan anak yang sarapan.