JURNAL NUTRISIA https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI <p><em>NUTRISIA</em>, with registered number ISSN<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180427757&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener"> 1693-945X&nbsp;(print)</a>,&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1509782099&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2614-7165&nbsp;(online)</a> is a scientific journal published by&nbsp;Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. The journal&nbsp;registered in the CrossRef system&nbsp;with&nbsp;<strong>Digital Object Identifier</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>(DOI)</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>prefix 10.29238.&nbsp;</strong>&nbsp;The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nutrition.&nbsp;<em>Nutrisia</em>&nbsp;is published biannually in March and September.</p> <p>The journal publishes <strong>original research articles, review articles, </strong><strong>case studies</strong><strong> and</strong> <strong>clinical trials </strong>in an open access format. Furthermore, time to first decision has been set to be within 6 weeks to facilitate rapid dissemination of high quality accepted articles.</p> <p>For a detailed description of the different types of manuscripts, the readers can consult the online &nbsp;<a href="https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/navigationMenu/view/AUTHGUIDELINE">Guide for authors</a>. The material is subject to the highest standards of editorial revision and peer review. Papers describing research involving human subjects and the procedures followed should conform to ethical standards. Articles containing promotional material (advertisements), whether implicit or explicit will not be included in the Journal.</p> Poltekkes Kemenkes Yogyakarta en-US JURNAL NUTRISIA 1693-945X Asupan Lemak Jenuh dengan Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein pada Lansia Hiperkolesterolemia https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/205 <p><strong>Latar Belakang :</strong> Prevalensi konsumsi makanan berlemak, berkolesterol dan makanan gorengan di Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta justru lebih tinggi dari angka nasional yakni sebesar 50,7%. Puskesmas Pandak II memiliki prevalensi kasus hiperkolesterolemia terbanyak di Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta sebesar 28,1%, dimana pada lansia mengalami peningkatan dari 60% pada bulan Maret 2019 menjadi 77,3% pada bulan April 2019. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol low density lipoprotein pada lansia. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross – sectional. Jumlah responden penelitian ini yaitu 47 lansia usia ≥ 60 tahun, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan lemak jenuh diperoleh dari wawancara kuesioner semi-quantitative food frequency questionnaire. Kadar kolesterol low density lipoprotein diukur mengunakan metode Direct CHOD-PAP. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan taraf kemaknaan 95%. Hasil: Responden yang mempunyai asupan lemak jenuh sebanyak 59,6% dari total responden dan yang mempunyai kadar kolesterol normal sebanyak 55,3%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan&nbsp; p-value 0,001 (p-value &lt;0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol low density lipoprotein pada lansia.</p> Fatma Dwi Puspa Melati Fery Lusviana Widiany Inayah Inayah ##submission.copyrightStatement## 2021-03-30 2021-03-30 23 1 44 51 10.29238/jnutri.v23i1.205 Efektivitas Efektivitas Penyuluhan Gizi melalui Roda Putar dan Leaflet terhadap Pengetahuan dan Sikap Gizi Seimbang pada Siswa Sekolah Dasar https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/206 <p><strong>Latar belakang</strong>: Pendidikan gizi sangat penting bagi anak usia sekolah. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan gizi adalah media. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui efektivitas media roda putar dan <em>leaflet </em>terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada siswa SD. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian <em>quasi experiment</em> dengan desain <em>pre test post test with control group design</em>. Intervensi yang diberikan adalah edukasi pengetahuan gizi meliputi tumpeng gizi seimbang, piring makanku, aktivitas fisik, dan PHBS dengan media roda putar dan leaflet. Subyek adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri di Kota Yogyakarta yang dipilih secara random dengan memperhatikan homogenitas strata sekolah, masing-masing sebanyak 28 siswa. Pengetahuan dan sikap diukur dengan cara mengisi kuesioner sebelum dan setelah intervensi. Data perbedaan rata-rata nilai pengetahuan dan sikap pada kelompok yang sama dianalisis dengan <em>independent sample t-test </em>sedangkan perbedaan antar kelompok dengan paired t-test. <strong>Hasil</strong>:&nbsp; intervensi roda putar dan leaflet meningkatkan pengetahuan gizi seimbang masing-masing sebesar 2,4 (p=0,000) dan 1,0 (p=0,009). Sementara intervensi roda putar dan <em>leaflet </em>meningkatkan sikap positif siswa terhadap gizi seimbang masing-masing sebesar 6,1 (p=0,000) dan 2,5 (p=0,031). Roda putar meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi seimbang lebih tinggi dibanding leaflet, masing-masing 1,4 (p=0,003) dan 3,6 (p=0,030). <strong>Kesimpulan</strong>: Edukasi dengan media roda putar lebih efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap positif tentang gizi seimbang dibanding <em>leaflet</em>.</p> Eka Rizky Hidayah Nur Hidayat Tri Siswati ##submission.copyrightStatement## 2021-03-30 2021-03-30 23 1 22 31 10.29238/jnutri.v23i1.206 Karakteristik Kimia dan Warna Biskuit Subtitusi Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) dan Tepung Ubi Jalar Oranye (Ipomoea batatas) Sebagai Makanan Tambahan Potensial pada Anak dengan Hipoproteinemia https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/203 <p><strong>Latar belakang:</strong> Cacing tanah merupakan sumber protein hewani tinggi, tetapi olahan tepung cacing tanah untuk dijadikan sebagai bahan aditif pada produk pangan fungsional belum optimal. Produk pangan dalam bentuk biskuit yang diperuntukkan terutama bagi anak anak dengan kondisi rendah protein (<em>hipoproteinemia</em>), <strong>Tujuan: </strong>Mengkarakterisasi produk biskuit yang disubtitusi tepung cacing tanah (TCT) dan Tepung Ubi Jalar Oranye (TUO), secara kimia dan fisik warna. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan eksperimental menggunakan 1 kontrol, 4 perlakuan dan 2 kali pengulangan (<em>duplo</em>) sehingga diperoleh 10 percobaan. Perbandingan subtitusi TCT dan TUO (rasio dalam gram) yaitu F0 (0:0), F1 (4:45), F2 (10:65), F3 (20:80), F4 (35:115). Karakteristik kimia meliputi penentuan kadar karbohidrat, protein, lemak, air, dan abu, sedangkan uji warna meliputi derajat kecerahan, kemerahan dan kekuningan. <strong>Hasil: </strong>Data hasil analisis kimia menunjukkan produk biskuit subtitusi kadar protein, lemak, abu mengalami peningkatan dan kadar karbohidrat dan air mengalami penurunan. Warna biskuit paling pekat pada F4 (41,2).<strong> Kesimpulan: </strong>Subtitusi Tepung cacing tanah dan tepung ubi jalar oranye pada biskuit meningkatkan kadar protein, lemak dan abu. Warna fisik biskuit berubah semakin pekat yang dipengaruhi oleh tingginya subtitusi TCT dan TUO.</p> Previta Zeisar Rahmawati Ariana Listuhayu Wahyuni ##submission.copyrightStatement## 2021-03-01 2021-03-01 23 1 1 13 10.29238/jnutri.v23i1.203 Uji Organoleptik, Analisis Kandungan Zat Gizi, Dan Skrining Fitokimia Minuman Campuran Daun Katuk (Saorpus androgynus (L.)Merr), Daun Pepaya (Carica papaya L.), Dan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Sebagai Peningkat Produksi ASI https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/212 <p><strong>Latar Belakang :</strong> Pemberian ASI eksklusif masih ditetapkan sebagai salah satu indikator meningkatnya kesehatan ibu dan anak, pembuatan minuman campuran sebagai peningkat produksi ASI dilakukan dengan cara menggunakan bahan pangan lokal. <strong>Tujuan :</strong> untuk mengetahui formulasi minuman dengan penambahan daun katuk dan daun pepaya terhadap mutu organoleptik, menganalisis kandungan zat gizi dan skrining fitokimia pada formulasi terpilih <strong>Metode :</strong> Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan&nbsp; acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Penelitian ini melibatkan 30 panelis konsumen yang merupakan dosen atau pegawai di Poltekkes Kemenkes Jakarta II dan sudah pernah menyusui terhadap karakteristik warna, aroma, tekstur, rasa, dan tingkat kesukaan. <strong>Hasil</strong><strong> : </strong>Hasil analisis uji statistik non parametrik Friedman dengan tingkat kemaknaan sebesar 95% menunjukkan adanya pengaruh penambahan daun katuk dan daun pepaya terhadap rasa dan tingkat kesukaan minuman campuran. Sedangkan untuk kriteria warna, aroma, dan konsistensi tidak memiliki pengaruh terhadap minuman campuran. Hasil uji mutu kesukaan yang paling disukai adalah minuman daun katuk 100%. <strong>Kesimpulan</strong><strong> : </strong>Ada pengaruh penambahan daun katuk terhadap rasa dan tingkat kesukaan minuman campuran, formula yang terpilih adalah F1 yaitu dengan minuman daun katuk 100%. Kandungan zat gizi minuman campuran terpilih per 100 ml adalah energi 57 kkal, protein 0,87g, Karbohidrat 13,5g, kadar air 85,5 % dan kadar abu 0,29 mg serta mengandung polipenol sebesar 574 mg/kg.</p> Iskari Ngadiarti Muntikah Muntikah ##submission.copyrightStatement## 2021-03-30 2021-03-30 23 1 14 21 10.29238/jnutri.v23i1.212 Peningkatan Pati Resisten dan Karakteristik Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Pratanak Metode Kombinasi Pengukusan, Oven Microvawe, Autoclav dan Pendinginan https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/217 <p><strong>Latar belakang</strong>: Kacang merah (<em>Phaseolus vulgaris</em> L.) berpotensi sebagai sumber pati resisten (<em>RS</em>), tetapi aplikasinya terbatas karena memerlukan persiapan pengolahan yang lama. Salah satu solusinya adalah dengan mengolah menjadi produk setengah jadi berupa tepung siap pakai. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui pengaruh pratanak metode kombinasi pemanasan-pendinginan terhadap peningkatan <em>RS</em> dan karakteristik tepung kacang merah. <strong>Metode:</strong> Kacang merah direndam dalam air 5 jam, lalu dilakukan pratanak dengan tiga metode kombinasi pemanasan-pendinginan, yaitu: pengukusan-pendinginan 3 siklus (<em>SSS</em>), pengukusan-pendinginan, oven mikrowave-pendinginan, autoclaving-pendinginan (<em>SMA</em>) dan pengukusan-pendinginan, autoklaving-pendinginan, oven microwave-pendinginan (<em>SAM</em>). <strong>Hasil:</strong> Metode SMA secara signifikan menghasilkan tepung kacang merah kadar RS tertinggi (12,08%), meningkatkan kapasitas penahanan air (<em>WHC</em>) sebesar 0,4 g/g dan kapasitas pembengkakan (SP) 0,32 g/g, menurunkan kapasitas penahanan minyak (OHC) 0,06 g/g dan tingkat kelarutan 10,49%, serta menurunkan viskositas. Ketiga metode merubah struktur mikroskopik dengan pola kristalinitas yang tetap yaitu granula pati tipe C. <strong>Kesimpulan:</strong> Metoda SMA menghasilkan kadar RS tertinggi dengan beberapa perubahan karakteristik tepung kacang merah yang menyertainya.</p> Waluyo Waluyo Yudi Pranoto Sardjono Sardjono Yustinus Marsono ##submission.copyrightStatement## 2021-03-30 2021-03-30 23 1 32 43 10.29238/jnutri.v23i1.217 Evaluasi Nugget Tempe Mlanding (Leucaena leucocephala) sebagai Makanan Alternatif untuk Remaja https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/134 <p><strong>Latar Belakang :</strong> Tempe mlanding (Leucaena leucocephala) merupakan makanan khas dari daerah Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan dan sekitarnya). Tempe mlanding memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk makanan yang bernilai lebih. <strong>Tujuan :</strong> Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan evaluasi nugget berbahan dasar tempe mlanding sebagai makanan alternatif untuk remaja. <strong>Metode :</strong> Formulasi nugget dilakukan dengan menambahkan tempe mlanding pada adonan, yakni 12.5% tempe mlanding (F1), 18% (F2), dan 25% (F3). Uji organoleptik nugget tempe mlanding yang terdiri dari uji hedonik dan uji ranking dilakukan untuk mendapatkan formula terbaik. Analisis kandungan zat gizi dilakukan pada formula terpilih yang meliputi uji proksimat, kandungan mineral dan profil asam amino. Komposisi asam amino yang didapatkan kemudian digunakan untuk menentukan kualitas protein melalui metode skor asam amino (SAA). <strong>Hasil :</strong> Data uji hedonik pada atribut keseluruhan untuk produk nugget tempe mlanding menunjukkan hasil beturut-turut yaitu F1= 6.3 (agak suka), F2= 7.3 (suka), dan F3= 6.4 (agak suka), di mana F2 berbeda nyata dengan F1 dan F3 (P&lt;0.05). Kandungan asam amino pada F2 sebagian besar lebih tinggi dibandingkan dengan formula kontrol. Asam amino pembatas pada setiap kelompok kelamin dan umur yaitu lisin dengan nilai SAA berkisar 0.53-0.61. <strong>Kesimpulan :</strong> Produk nugget tempe mlanding dapat menjadi sumber protein bagi remaja karena menyumbang &gt;20% kebutuhan protein.</p> Eny Palupi Sarah Dilla Nurhidayah Faisal Anwar I Made Alit Gunawan ##submission.copyrightStatement## 2021-03-30 2021-03-30 23 1 52 60 10.29238/jnutri.v23i1.134