JURNAL NUTRISIA https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI <p><em>NUTRISIA</em>, with registered number ISSN<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180427757&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener"> 1693-945X&nbsp;(print)</a>,&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1509782099&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2614-7165&nbsp;(online)</a> is a scientific journal published by&nbsp;Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. The journal&nbsp;registered in the CrossRef system&nbsp;with&nbsp;<strong>Digital Object Identifier</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>(DOI)</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>prefix 10.29238.&nbsp;</strong>&nbsp;The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nutrition.&nbsp;<em>Nutrisia</em>&nbsp;is published biannually in March and September.</p> <p>The journal publishes <strong>original research articles, review articles, </strong><strong>case studies</strong><strong> and</strong> <strong>clinical trials </strong>in an open access format. Furthermore, time to first decision has been set to be within 6 weeks to facilitate rapid dissemination of high quality accepted articles.</p> <p>For a detailed description of the different types of manuscripts, the readers can consult the online &nbsp;<a href="https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/navigationMenu/view/AUTHGUIDELINE">Guide for authors</a>. The material is subject to the highest standards of editorial revision and peer review. Papers describing research involving human subjects and the procedures followed should conform to ethical standards. Articles containing promotional material (advertisements), whether implicit or explicit will not be included in the Journal.</p> Poltekkes Kemenkes Yogyakarta en-US JURNAL NUTRISIA 1693-945X Kepatuhan diet dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus rawat jalan di RS Harum Sisma Medika Jakarta Timur https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/25 <p><strong>Latar belakang :</strong> Menurut data WHO jumlah penderita Diabetes Mellitus di Indonesia merupakan urutan ke-4 di dunia tahun 2016. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah diantaranya kepatuhan terapi diet, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, stres, pengetahuan. <strong>Tujuan :</strong> Untuk menganalisis hubungan kepatuhan diet dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus rawat jalan di RS Harum Sisma Medika. <strong>Metode :</strong> Desain penelitian adalah cross sectional pada 55 pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik, kepatuhan diet DM, aktivitas fisik, dan kadar gula darah puasa. Data dianalisis dengan Kendall’s Tau B Correlation. <strong>Hasil:</strong> Kontrol gula darah yang buruk ditemukan sebesar 69,1 %, dan ketidakpatuhan diet sebesar 16,4%. Responden yang memiliki kadar gula darah tidak terkontrol sebanyak 38 (69,1%) dan kadar gula darah terkontrol sebanyak 17 (30,9%). Gambaran kepatuhan diet sebanyak 46 (83,6%) responden patuh terhadap diet dan 9 (16,4%) tidak patuh diet. Kepatuhan diet berpengaruh secara signifikan dengan kadar gula darah (p &lt; 0,05; r 0,296) dengan nilai r 0,296. Aktivitas fisik berpengaruh secara signifikan dengan kadar gula darah (p &lt; 0,05; r -0.351). <strong>Kesimpulan :</strong> Ada hubungan antara kepatuhan diet dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah.</p> Anisa Noviani Adhila Fayasari ##submission.copyrightStatement## 2018-10-31 2018-10-31 20 2 38 44 10.29238/jnutri.v20i2.25 Asupan energi, zat gizi makro, dan zat gizi mikro pada pasien hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/36 <p><strong>Latar belakang:</strong> Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang menjalani hemodialis memerlukan monitoring dan evaluasi asupan makan secara rutin. Rendahnya monitoring dan evaluasi pada asupan dapat berpengaruh pada status gizi dan kualitas hidup pasien. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui gambaran asupan energi, zat gizi makro, dan zat gizi mikro pada pasien hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Unit Hemodialisis RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling (n=30). Data asupan diambil dengan food recall 24 jam selama 3 hari. <strong>Hasil :</strong> Rerata asupan pada responden adalah : energi 1149,34±401,09 kcal (23,15±7,39 kcal/kgBB/hari); karbohidrat 143,55±43,46 g, protein 39,38±16,53 g (0,79±0,32 g/kgBB/hari); dan lemak 49,01±26,82 g. Rerata asupan vitamin B1 adalah 0,38±0,14 mg; vitamin B2 0,49±0,24 mg; vitamin B6 0,64±0,25 mg; asam folat 0,68±0,94 mg; vitamin C 24,08±21,01 mg; dan vitamin A 397,31±536,14 μg. Rerata asupan natrium natrium 22,45±220,23 mg; kalium 1714,01±1153,91 mg ( 36,64±27,40 mg/kgBB/hari); kalsium 301,13±173,23 mg; dan fosfor 544,94±193,08 mg. <strong>Kesimpulan :</strong> Rerata asupan energi, zat gizi makro, dan vitamin pada pasien hemodialis di RSUD Panembahan Senopati Bantul masih kurang dari rekomendasi, sedangkan asupan natrium, kalsium, dan fosfor sesuai dengan rekomendasi Perhimpunan Nefrologi Indonesia.</p> Ari Tri Astuti Septriana Septriana ##submission.copyrightStatement## 2018-10-31 2018-10-31 20 2 45 52 10.29238/jnutri.v20i2.36 Screen time dengan konsumsi sayur dan buah serta kenaikan berat badan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/10 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Konsumsi sayur dan buah yang kurang pada seseorang berisiko menjadi kelebihan berat badan dan obesitas dan salah satu penyebab timbulnya masalah gizi pada mahasiswa adalah screen time yang tinggi. Screen time dapat meningkatkan resiko kenaikkan berat badan dan mempengaruhi status gizi kearah obesitas. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan screen time dengan konsumsi sayur dan buah serta kenaikan berat badan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah subjek penelitian sebanyak 62 dipilih dengan metode proportional random sampling. Analisis data dengan uji Pearson Product Moment.<strong> Metode:</strong> Jenis penelitian ini bersifat observasional, dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini berdasarkan adalah 62 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Propotionate Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment test. <strong>Hasil:</strong> penelitian ini menunjukkan screen time 35 responden (56,5%) termasuk dalam kategori rendah, konsumsi sayur dan buah 46 responden (74,2%) termasuk dalam kategori kurang, kenaikan berat badan 32 responden (51,6%) termasuk kategori berat badan naik. Hasil uji Pearson Product Moment untuk screen time dengan konsumsi sayur dan buah memiliki nilai p = 0,025, screen time dengan berat badan memiliki nilai p = 0,06, dan konsumsi sayur dan buah dengan nilai p = 0,037. <strong>Kesimpulan:</strong> Ada hubungan screen time dengan konsumsi sayur dan buah serta konsumsi sayur dan buah dengan kenaikan berat badan, tapi tidak ada hubungan screen time dengan kenaikan berat badan nilai.</p> rossy pratiwi Nur Lathifah Mardiyati ##submission.copyrightStatement## 2018-10-31 2018-10-31 20 2 53 60 10.29238/jnutri.v20i2.10 Media papan petak PGS dan Poster pada Penyuluhan Gizi terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang Siswa Sekolah Dasar https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/102 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Anak sekolah saat ini menghadapi masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang dan gizi lebih yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang. <strong>Tujuan :</strong> Mengetahui efektifitas penggunaan media papan petak dibandingkan media poster terhadap pengetahuan gizi seimbang siswa SD. <strong>Metode :</strong> Jenis penelitian ini adalah experimen semu dengan desain pre-post test with control. Lokasi penelitian di SDN Jaranan dan SDN 1 Salakan, yang dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Subjek adalah semua siswa kelas IV SDN Jaranan dan SDN 1 Salakan yang berjumlah 52 siswa. Variabel bebas adalah penggunaan papan petak dan poster pada penyuluhan gizi seimbang, sedangkan variabel terikat yaitu pengetahuan siswa. Pada awal penelitian pengetahuan siswa diukur dengan kuesioner. Hari kedua penelitian, diberikan perlakuan berupa penyuluhan tentang gizi seimbang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok papan petak dan kelompok poster dan pengetahuan siswa diukur dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji paired sample test dan independent samples T-test. <strong>Hasil :</strong> Penggunaan papan petak meningkatkan skor pengetahuan rata-rata sebesar 25,4, sedangkan pada poster sebesar 18,5 dengan t-hitung 2,2. Ada perbedaan yang signifikan skor pengetahuan antara kelompok papan petak dan poster (p=0.034). <strong>Kesimpulan :</strong> Media papan petak lebih efektif meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada siswa SD dari pada poster.</p> Septi Trianasari Herawati Herawati I Made Alit Gunawan ##submission.copyrightStatement## 2018-10-10 2018-10-10 20 2 61 66 10.29238/jnutri.v20i2.102 Risiko obesitas pada anak kelas 3, 4, 5 yang tidak sarapan di SDN Kelapa Dua Wetan 03 Pagi Ciracas Jakarta Timur https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/11 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Jumlah anak sekolah yang melakukan sarapan pagi di Jakarta masih rendah padahal hal tersebut sangat penting untuk menjaga keseimbangan asupan gizi. Sebagai gantinya, anak sekolah membeli jajanan yang kurang sehat atau cenderung makan lebih banyak sehingga membuat risiko obesitas menjadi tinggi di kalangan anak sekolah. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan status obesitas anak sekolah dasar pada siswa kelas 3,4,5 SDN Kelapa Dua Wetan 03 Pagi Ciracas Jakarta Timur. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan penarikan subjek secara systematic random sampling. Subjek berjumlah 123 siswa dari 196 siswa kelas 3,4,5. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik siswa, kebiasaan sarapan, dan status gizi. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak sarapan (51.2%). Berdasarkan hasil uji statistik diketahui adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi (p&lt;0.05). Berdasarkan hasil analisis odd ratio dapat disimpulkan bahwa siswa yang tidak sarapan 6.2 kali (95% CI=2.6-14.7) berisiko terjadinya obesitas dibanding anak yang sarapan. <strong>Kesimpulan:</strong> mayoritas siswa sekolah dasar melewatkan sarapan sebelum berangkat sekolah dan hanya sebagian siswa yang sarapan secara rutin. Anak yang tidak sarapan mempunyai risiko untuk obesitas dibandingkan anak yang sarapan.</p> Like Inggrid Samsudin Titus Priyo Harjatmo Sugeng Wiyono Nils Aria Zulfianto ##submission.copyrightStatement## 2018-10-10 2018-10-10 20 2 67 76 10.29238/jnutri.v20i2.11 Variasi Campuran Tepung Terigu Dan Tepung Kacang Hijau Pada Pembuatan Nastar Kacang Hijau (Phaseolus radiates) Memperbaiki Sifat Fisik dan Organoleptik https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/12 <p><strong>Latar Belakang : </strong>Tepung kacang hijau adalah bahan makanan yang diperoleh dari biji tanaman kacang hijau (<em>Phaseolus radiates</em>). Kacang hijau merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang memiliki kadar protein dan zat besi yang cukup tinggi. Pemanfaatan kacang hijau dilakukan dalam bentuk <em>cookies</em> yang merupakan produk pangan yang banyak diminati masyarakat. Bentuk <em>cookies </em>&nbsp;yang umum dijumpai adalah nastar. &nbsp;<strong>Tujuan : </strong>Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh variasi campuran tepung terigu dan tepung kacang hijau terhadap sifat fisik dan organoleptik pada kue nastar. <strong>Metode : </strong>Penelitian ini merupakan penelitian <em>true experiment</em>, dengan rancangan acak sederhana menggunakan 4 perlakuan, 2 pengulangan dan satu kali unit percobaan sehingga terdapat 8 unit percobaan . Variasi campuran tepung kacang hijau pada kue nastar yaitu perlakuan A (100%:0%), perlakuan B (75%:25%), perlakuan C (50%:50%), dan perlakuan D (25%:75%). Uji statistik yang digunakan yaitu <em>One&nbsp; Way Anova</em>, apabila ada perbedaan dilanjutkan dengan uji <em>Duncan Multiple Range Test</em> (DMRT) dengan tingkat signifikasi 95%. <strong>Hasil : </strong>Kue nastar yang paling disukai dari segi warna, aroma, dan rasa adalah kue nastar tanpa penambahan tepung kacang hijau, sedangkan dari segi tekstur yang paling disukai adalah kue nastar dengan variasi campuran tepung kacang hijau perlakuan B (25%). &nbsp;<strong>Kesimpulan : </strong>Ada&nbsp; pengaruh variasi campuran tepung kacang hijau pada kue nastar ditinjau dari sifat fisik dan organoleptiknya.</p> irmae irmae Noor Tifauzah Rina Oktasari ##submission.copyrightStatement## 2018-10-10 2018-10-10 20 2 77 82 10.29238/jnutri.v20i2.12