Pengaruh Penambahan Sari Daun Kelor terhadap Kadar Zat Besi, Vitamin C dan Daya Terima Kue Dadar Gulung
Main Article Content
Abstract
Kue dadar gulung dengan penambahan sari daun kelor merupakan salah satu bentuk modifikasi makanan sebagai penanganan anemia pada remaja. Untuk meningkatkan penerimaan dan fungsi nutrisi kue dadar gulung sari kelor dengan memodifikasi komposisinya menjadi kue dadar gulung dengan penambahan sari daun kelor. Tujuan penelitian ini menganalisis kandungan zat besi, vitamin C dan hasil uji kesukaan kue dadar gulung sari kelor dengan penambahan sari daun kelor 0%, 10%, 20% dan 30%. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen bentuk desain Posttest Onlty Control Group Desain. Desain penelitian menggunakan dua kelompok yaitu kelompok yang diberi perlakuan yaitu kue dadar gulung sari kelor dengan penambahan sari daun kelor dan kelompok yang tidak diberi perlakuan yaitu kue dadar gulung tanpa penambahan sari daun kelor. Hasil uji statistic kadar zat besi dan vitamin C menggunakan Kruskall Wallis dan One-Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,0001 (<0,05) atau terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar zat besi dan vitamin C pada kue dadar gulung dengan penambahan sari daun kelor. Hasil statitik uji kesukaan menunjukkan bahwa warna, rasa dan tekstur memiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan aroma tidak berbeda signifikan. Berdasarkan uji kandungan zat besi, vitamin C dan uji kesukaan X2 merupakan kelompok perlakuan yang paling disukai oleh panelis.
Downloads
Article Details
References
2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2016. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
4. Briawan, D. 2014. ANEMIA Masalah Gizi pada Remaja Wanita. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
5. Prahesti, M. D. 2019. Kajian Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah darah dan Asupan Zat Besi pada Kejadian Ibu Hamil Anemia di Kabupaten Bantul. 9.
6. Briawan, D. 2016. Gizi pada Remaja Wanita. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
7. Almatsier, S. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
8. Iskandar, A. 2018. Analisis Kadar Protein, Kalsium, dan Daya Terima Es Krim dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera). Skripsi. Jember: Universitas Jember.
9. Tarwendah, I. P. 2017. Jurnal Review: Studi Komparasi Atribut Sensoris dan Kesadaran Merek Produk Pangan. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 5(2): 66-73.
10. Rahmat, S. E. 2017. Hubungan antara Asupan Zat Besi, Vitamin C dan Status Gizi dengan Tingkat Kesegaran Jasmani pada Anak Sekolah Dasar Masjid Syhada Tahun 2017. Skripsi, 5.
11. Latifa, J. N., 2015. Pengaruh Penambahan Sari Daun Kelor Terhadap Daya Terima, Kadar Protein,dan Kadar Betakaroten pada Nugget Ikan Tongkol. Skripsi. Jember: Universitas Negeri Jember
12. Winarno, F. G. 2018. Tanaman Kelor (Moringa oliefera) Nilai Gizi, manfaat dan Potensi usaha. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
13. Yuliana, 2016. Uji Organoleptik dan Kadar Kalsium Es Krim dengan Penambahan Kulit Pisang dan Daun Kelor sebagai Sumber Gizi Alternatif. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
14. Triputri, H. 2017. Substitusi Tepung Bayam (Amaranthus Tricolor L.) pada Tepung Terigu terhadap Mutu Organoleptik, Kadar Vitamin A dan Kadar Kalsium Dadar Gulung. Skripsi. Padang: Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang.
15. Dewi, F.K., N. Suliasih, Y. Garnida. 2017. Pembuatan Cookies dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Berbagai uhu Pemanggangan. Skripsi. Bandung: Universias Pasundan.
16. Hasniar, Rais, M., dan Fadilah, R. 2019. Analisis Kandungan Gizi dan Uji Organoleptik pada Bakso Tempe dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 05:189-200.
17. Badan Standarisasi Nasional. 1996. Mutu Karakteristik Kue Basah. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.