Abstract

Latar Belakang: Setiap tahun sekitar 20 juta BBLR lahir di dunia dan 96.5% berada di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi BBLR di RSUD Sleman meningkat dari tahun 2015 hingga 2016. Pada tahun 2015 ada 214 BBLR dan 241 BBLR pada tahun 2016. Prevalensi BBLR di RSU PKU Muhammadiyah Gamping meningkat yaitu ada 67 BBLR pada tahun 2015 dan 89 BBLR pada tahun 2016 Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI terhadap berat badan BBLR hari ke 10-14. Metode: Merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan bulan Mei-Juni 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi BBLR yang ikterus beserta ibunya yang dirawat di RSUD Sleman dan RSU PKU Muhammadiyah Gamping. Sampel berjumlah 43 responden. Analisis data menggunakan Uji Fisher. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ASI dalam keberhasilan pemberian ASI dengan berat badan BBLR hari ke 10-14 (p=0.04). Faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI terhadap berat badan BBLR hari ke 10-14 adalah pengetahuan ibu tentang ASI. Kesimpulan: Tidak ada faktor dominan yang mempengaruhi  keberhasilan ASI terhadap berat badan BBLR hari ke 10-14.